Kreatifitas Guru Sekolah Minggu

Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Sekolah Minggu di GKJ Sukoharjo kemarin (28/4). Materi yang biasanya dibawakan dalam bentuk cerita oleh satu orang, dibawakan menggunakan alat peraga. Sebuah panggung sederhana dilengkapi dengan boneka dari kertas dipersiapkan untuk menyampaikan materi. Beberapa orang berada di belakang panggung memainkan bonek kertas, sementara seorang lagi berdiri memainkan perannya.

Keberadaan panggung ini tentu saja menarik minat anak-anak. Mereka sangat antusias mengikuti jalannya cerita yang disampaikan oleh kakak-kakak pengajar sekolah minggu. Sesekali mereka tertawa gembira ketika melihat sebuah adegan yang lucu.

Ditus, salah seorang pengajar mengatakan bahwa cara ini ditempuh untuk menarik minat anak-anak terhadap kegiatan sekolah minggu. "Saya memiliki kerinduan agar anak-anak Tuhan terus diperlengkapi dengan Firman Tuhan sejak mereka masih kecil", tambahnya. Ia juga berharap agar para orang tua terus mendorong anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan sekolah minggu.

Michelle salah seorang murid sekolah minggu mengungkapkan kegembiraannya dengan model pengajaran seperti ini. "Acaranya bagus, bisa ketawa terus dan tidak bosan," ujarnya dengan polos. Ungkapan ini sekaligus mewakili ekspresi kegembiraan teman-teman lainnya saat panggung ini di gelar.

Sekolah Minggu di GKJ Sukoharjo dilaksanakan setiap hari minggu dan dimulai pada pukul 7.00. Kelas dibagi menjadi 2 yaitu kelas A untuk anak-anak yang duduk di bangku kelas 3 SD ke bawah dan kelas B untuk anak-anak yang duduk di bangku kelas 4 SD ke atas. Khusus untuk kelas A, acara dibuat sedemikian kreatif mengingat peserta kebanyakan terdiri dari anak-anak yang masih kecil. Selain bernyanyi memuji Tuhan dan mendengarkan Firman-Nya, anak-anak juga diajak melakukan prakarya dengan membuat suatu benda.

Kreatifitas seperti ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh warga gereja, tidak terbatas kepada orang tua murid dan anak-anak saja. Para orang tua yang masih memiliki anak kecil diharapkan semakin mendorong anak-anaknya untuk mengikuti sekolah minggu. Sementara pemuda, remaja, dan warga lain diharapkan peran sertanya dalam memberikan masukan, saran, atau bertindak sebagai pengajar sekolah minggu.

Marilah kita mengenalkan kebenaran Firman Tuhan kepada anak-anak kita sejak mereka masih kecil

Kategori: 

Add new comment